HomeAbout UsServicesSchedulesClientsContact UsMix n MaxWebmailLogin
Articles

13/04/2010 10:03

KEMITRAAN SALING MENGUNTUNGKAN SEBUAH SOLUSI YANG LEBIH BAIK

 

                                                                                      

   “Kemitraan yang saling menguntungan,

                   sebuah solusi yang lebih baik…”

DUNIA BISNIS, selama setengah abad terakhir telah menjelma menjadi institusi paling berkuasa diplanet ini. Semakin hari semakin terasa, betapa besar pengaruh perusahaan-perusahaan besar terhadap denyut kehidupan manusia. Merekalah yang paling belakangan diharapkan perannya, terutama karena mereka dianggap paling mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan taraf hidup banyak orang serta mendorong kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat luas.

 

Masyarakat juga semakin terbiasa menikmati jasa-jasa yang mereka tawarkan, sehingga mempermudah kehidupan masyarakat modern, seperti jasa perbankan, asuransi, transportasi dan komunikasi, hiburan serta layanan kesehatan. Kemudian,   melalui mekanisme layanan pajak, pemerintah harus, bersyukur karena secara tidak langsung mereka telah turut berpartisipasi untuk pembangunan serta membantu meringankan beban masyarakat yang belum beruntung.

 

Sejalan dengan makin besar dan luasnya cengkraman dan pengaruh korporasi atas kehidupan sehari-hari masyarakat, makin besar pula kekuasaan dan kekuatan yang digenggam korporasi, (majalah Business Week Edisi 10 Juli 2000) melaporkan bahwa pada tahun 1999, seratus kekuatan ekonomi terbesar berada ditangan korporasi-korporasi global.  Kalau digabung, nlai penjualan dari dua ratus perusahaan terbesar dunia, lebih besar dari sepertiga aktivitas perekonomian dunia. Selanjutnya, sepertiga dari perdagangan dunia di-dominasi oleh transaksi diantara unit-unit usaha perusahaan-perusahaan raksasa itu.

 

Ilustrasi diatas sebetulnya sejak lama telah disadari banyak negara tentang betapa potensialnya pengaruh sepak  terjang perusahaan atas masyarakat.  Kekuasaan ditangan korporasi bisnis modern semakin memperlihatkan, bahwa tindakan yang diambil korporasi membawa dampak yang nyata terhadap kualitas kehidupan para stakeholder.

 

Perbedaan jenis perusahaan menjadikan perusahaan mempunyai prioritas stakeholders yang berbeda. Sebagai contoh, masyarakat dan lingkungan sekitar adalah stakeholders dalam skala prioritas pertama bagi perusahaan pertambangan, sementara konsumen adalah stakeholders prioritas utama bagi perusahaan consummers good.

 

Masing-masing mempunyai jenis dan tingkat kepentingan berbeda terhadap perusahaan, sehingga masing-masing mempunyai harapan dan kepuasan berbeda terhadap perusahaan. Karyawan misalnya, selaku internal stakeholders mempunyai harapan besar agar perusahaan dapat memberikan kesejahteraan yang optimal. Disisi lain pemilik mempunyai kepentingan agar perusahaan mampu menyumbangkan profit yang besar.Begitupun dengan pemerintah, tentu mempunyai harapan agar seluruh perusahaan/entitas bisnis yang ada dapat mengikuti regulasi yang berlaku, dan lebih penting perusahaan mampu memberikan benefit yang berupa pajak dan retrebusi yang optimal kepada pemerintah. Masyarakatpun juga demikian, mereka mempunyai keinginan agar perusahaan dapat memberikan kontribusi sebanyak-banyaknya bagi mereka.

 

                   INTEREST DAN KEPENTINGAN MASING-MASING STAKEHOLDERS.

 

STAKEHOLDERS

KRITERIA KEPUASAN

1.     Pemegang saham

2.     Karyawan

3.     Konsumen

4.     K r e d i t o r s.

5.     Komunitas

6.     P e m a s o k

7.     Pemerintah

Prestasi keuangan.

Kesejahteraan, gaji dan supervisi.

Kualitas, pelayanan, lokasi dan harga.

Creditworthiness.

Kontribusi trhdp komunitas.

Transaksi yang memuaskan.

Kepatuhan trhdp hukum.

 

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari tulisan diatas adalah, bahwa setiap perusahaan harus memilki budaya / kultur tersendiri sehingga mudah untuk membedakan dengan yang lain. Budaya perusahaan seperti angin, ada dan dapat dirasakan tapi tidak pernah ada yang lihat atau mengakui secara pasti, “the way things work around here”, begitu orang mengatakan.

 

Jadi, kultur atau budaya perlu ada karena mempunyai pengaruh langsung terhadap motivasi, kepuasan kerja dan moral organisasi. Kultur perusahaan menyangku penyebaran dan penjabaran sebuah sistem nilai yang berlaku, jadi merupakan sebuah proses yang didalamnya ada sebuah sistem yang dirancang untuk pembentukan kultur itu sendiri. Jelas Tim Manajemen sangat mempengaruhi kultur tersebut karena mereka yang menetapkan kebijakan dan praktek dalam organisasi, dalam pengertian tim manajemen paling bertanggung jawab dalam pembentukan kultur yang kemudian mewakili seluruh perilaku.

 

Selanjutnya pertanyaannya adalah,sudahkan kita mengartikulasikan visi sebagai  suatu yang bermakna atau hanya sekedar retorika, tak membumi dan hanya sebagai pajangan. Jangan cuma karena masalah disatu bidang, belum-belum sudah menge-just bahwa uang adalah segalanya. Mungkin kita harus belajar dari Jack Welch dari General Electric atau Bill Gates dari Microsoft yang meng-artikulasikan, bahwa

setelah kemitraan sejajar dengan eksternal stakeholders serta pengawasan terhadap internal stakeholders (perbaikan sistem), maka keduanya dapat dijadikan driver untuk membangun kultur yang menjamin suatu performance unggulan, bersahabat dengan lingkungan,  tapi bukan uang semata yang membuat kultur tidak membumi, mengawan diangkasa dan akhirnya menuai badai. Semoga.

Kml-PTC Comm. Bahan : BUMN track &ENERGI



English



Schedules
05/05/2008
PSC Techno-Economics on Upstream Petroleum Operation in Indonesia
16/04/2008
Sharing on Exellence for Drilling Business Developmet
30/11/1999
RE-CURRENT CERTIFICATE GSE TRAINING PROGRAM
More

Copyright © 2006 - Pertamina Training & Consulting