GCG

Home / Profile / GCG

Good Corporate Governance

Prinsip GCG dalam Tata Kelola Perusahaan merupakan sistem yang dirancang untuk mengarahkan pengelolaan perusahaan secara professional berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independen, kewajaran dan kesetaraan. PTC sebagai perusahaan jasa senantiasa patuh pada nilai-nilai tata kelola perusahaan yang baik guna menghasilkan sumber daya yang capable.

Penerapan komitmen tata kelola perusahaan yang baik atau biasa disebut Good Corporate Governance (GCG) terkandung pada misi Perusahaan yang bertujuan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

PTC telah berhasil menerapkan pedoman, kerangka kerja serta prinsip-prinsip GCG secara efektif dan efisien dalam kegiatan operasional dan senantiasa memperbaiki praktik tata kelola di masa yang akan datang.

Manfaat dari penerapan GCG bagi PTC dapat berdampak positif bagi terciptanya akuntabilitas Perseroan, transaksi yang wajar dan independen, serta kehandalan dan peningkatan kualitas manajerial kepada mitra.

PTC memiliki Pedoman Tata Kelola Perusahaan, Pedoman ini berisi tentang tata cara penerapan prinsip-prinsip GCG, diawali dengan penjelasan dari Struktur Corporate Governance.

Struktur itu terdiri dari peran, tugas, wewenang dan haknya masing-masing organ organisasi. Kemudian penjelasan tentang Proses Corporate Governance yang merinci proses pengangkatan Komisaris dan Direksi, penyusunan RJPP (Rencana Jangka Panjang Perusahaan), RKAP (Rencana Kerjadan Anggaran Perusahaan), Pengelolaan SDM, penyelenggaraan RUPS, Pengelolaan kegiatan operasional Perusahaan, Manajemen risiko, Tata Kelola Teknologi Informasi, Pengelolaan Keuangan Pengadaan Barang dan Jasa, Manajemen Mutu, Sistem Audit, Keterbukaan dan Pengungkapan, Pelaksanaan CSR, Pengelolaan HSE dan Pengelolaan Aset dan diakhiri dengan Pengelolaan hubungan dengan Stakeholder.

Pedoman ini bertujuan dapat dijadikan acuan utama bagi seluruh organ Perseroan. Dalam penerapan prinsip-prinsip GCG ini sehingga dapat meningkatkan citra dan kinerja Perseroan serta meningkatkan nilai Perseroan bagi Pemegang Saham.

Masing-masing organ mempunyai peran Tata Kelola Perusahaan tersendiri dalam menjalankan fungsi tugas dan tanggung jawabnya.

  • RUPS merupakan wadah dengan otoritas tertinggi dengan kewenangan yang tidak dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi.
  • Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan Perusahaan sesuai tugas dan jabatannya
  • Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap pengelolaan yang dilakukan oleh Direksi.
  • Sekretaris Perusahaan menjalankan fungsi implementasi GCG pada seluruh jajaran organisasi perusahaan
  • Audit Internal dan Komite audit melakukan fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja implementasi GCG.
  • Perusahaan memisahkan fungsi tanggung jawab dan kewenangan antara Dewan Komisaris dan Direksi

Langkah awal dari implementasi GCG adalah melalui sosialisasi pedoman dan peraturan terkait GCG kepada seluruh jajaran pekerja.

Assessment GCG dilakukan secara berkala tiap satu tahun sekali untuk mengukur tingkat implementasi GCG serta perbaikan rekomendasi sesuai dengan praktek- praktek terbaik (best practices) dan peraturan perundang- undangan yang berlaku.