Audit Tujuan Tertentu

02-audit-tujuan-tertentu-copy

Perkembangan ekonomi yang semakin dinamis mendorong setiap perusahaan untuk meningkatkan potensi bisnis yang ada, untuk tetap bertahan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Perkembangan ekonomi yang positif dalam suatu perusahaan terkadang diikuti oleh munculnya berbagai macam bentuk kecurangan (fraud).

Kecurangan secara umum dapat bermacam-macam bentuknya, namun umumnya didorong oleh keinginan seorang karyawan untuk memperoleh keuntungan melalui cara yang salah. Tindakan ini dilakukan baik secara internal maupun eksternal, secara terbuka maupun disembunyikan. Kecurangan (fraud) terjadi karena adanya kelemahan dalam prosedur, tata kerja, perangkat hukum, atau kelemahan manajemen yang dimanfaatkan oleh pelaku sebagai peluang melakukan kecurangan. Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk mencegah terjadinya kecurangan (fraud), mulai dari teguran, mempromosikan integritas perusahaan pada karyawan, maupun pemberian sanksi bagi pelaku kecurangan. Namun risiko kecurangan tetap saja muncul dalam perusahaan.

Kesulitan dalam mendeteksi terjadinya kecurangan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan belajar dari kecurangan yang pernah terjadi, sehingga manajemen atau auditor mampu mencegah terjadinya kasus yang sama terulang kembali. Diperlukan pengetahuan khusus untuk mengantisipasi hal-hal yang menjadi pemicu terjadinya fraud di perusahaan.

Secara umum hal-hal pemicu terjadinya fraud yang dilakukan oleh seseorang ataupun sekelompok orang dapat dirangkum menjadi tiga komponen atau sering disebut fraud triangle (rationalization, pressure, dan opportunity). Rationalization merupakan kecurangan yang dilakukan karena adanya rasionalisasi yang dilakukan seorang karyawan dengan beragam alasan yang dianggap sebagai pembenaran. Rasionalisasi dilakukan melalui keputusan yang dibuat secara sadar dimana pelaku kecurangan menempatkan kepentingannya di atas kepentingan orang lain. Pressure merupakan tekanan yang terjadi dari dalam perusahaan maupun kehidupan pribadi karyawan, kebutuhan karyawan dianggap lebih penting dari kebutuhan perusahaan. Alasan untuk melakukan kecurangan seringkali dipicu melalui tekanan yang mempengaruhi karyawan, rasionalisasi diri, atau kesempatan.

Opportunity merupakan kecurangan yang dilakukan karena adanya kesempatan, dimana karyawan memiliki akses terhadap aset atau memiliki wewenang untuk mengatur prosedur pengendalian yang memungkinkan dilakukakannya skema kecurangan. Jabatan, tanggung jawab, maupun otorisasi memberikan peluang untuk terlaksananya kecurangan tersebut.

(Denada Tirta Amertha, S.Pd)

Kata kunci : Fraud, kesempatan, peluang, skema kecurangan, manajemen audit, risiko kecurangan