Blue Ocean Strategy: Bagaimana Mempertahankan Eksistensi di Pasar tanpa Bersaing

03-blue-ocean-strategy-copy

Istilah dan konsep “Blue Ocean Strategy” telah diperkenalkan sejak tahun 2005 oleh W. Chan Kim and Renée Mauborgne, namun strategi ini masih relevan bagi bisnis untuk mempertahankan eksistensinya di pasar dengan menghilangkan kompetisi dan meraih kesuksesan tanpa pesaing.

Istilah “blue ocean” digunakan secara bersamaan dengan istilah “red ocean” untuk menggambarkan dua kondisi pasar yang bertolak belakang. “Red ocean” menggambarkan kondisi pasar tradisional yang penuh sesak dengan tingkat persaingan yang tinggi (“berdarah-darah”), sehingga kesempatan bagi bisnis untuk memperoleh laba dan berkembang semakin berkurang. Sedangkan istilah “blue ocean” menggambarkan situasi pasar yang belum terjamah atau banyak diketahui, di mana permintaan diciptakan oleh produsen, sehingga masih banyak kesempatan bagi bisnis untuk berkembang. Dalam pasar yang bersifat “blue ocean”, kompetisi  menjadi tidak relevan karena belum banyak pebisnis yang memasuki pasar yang sama (atau bisa jadi bisnis kita merupakan satu-satunya pemain dalam bisnis tersebut). Seperti sifat samudra yang berwarna biru, pasar yang diciptakan dengan “blue ocean strategy” masih sangat luas, berpotensi untuk dikembangkan, dan nyaris tidak terbatas.

Mengapa banyak perusahaan masih terjebak dalam pasar “red ocean”, alih-alih mencoba berpindah ke pasar “blue ocean”? Kita kembali pada sejarah perkembangan strategi bisnis, di mana pondasi dari strategi bisnis yang umum digunakan adalah strategi “perang” untuk menghadapi kompetisi memperbesar pangsa pasar pada wilayah yang terbatas. Para CEO perusahaan umumnya telah dibekali dengan dasar-dasar strategi “red ocean” dan bagaimana cara menghadapi strategi pada pasar tersebut. Ketika bisnis didorong untuk melakukan strategi “blue ocean”, tidak banyak pedoman yang dapat diikuti untuk menciptakan pasar “blue ocean” dan menjalankan strategi tersebut. Inilah yang menyebabkan sebagian besar CEO tetap berfokus pada “red ocean” – pasar yang sudah mereka pahami di mana mereka siap bersaing di dalamnya.

Prinsip dari “blue ocean strategy” adalah menghilangkan kompetisi dengan menciptakan inovasi pada value yang dibawa oleh bisnis, baik value bagi perusahaan maupun value bagi konsumen. Strategi ini bisa dilakukan dengan mengubah pola pikir dan menggunakan pendekatan sistematik sebagai berikut:

  • Hapuskan faktor yang tidak memberikan nilai tambah terhadap persepsi konsumen
  • Kurangi faktor yang berlebihan untuk mencegah over delivery (pemberian value berlebih) kepada konsumen
  • Tingkatkan faktor penting untuk menghilangkan kompromi dan meningkatkan value yang ditawarkan industri kepada konsumen
  • Ciptakan value yang belum pernah ditawarkan industri

Dengan menerapkan pendekatan sistematik tersebut, perusahaan akan menciptakan diferensiasi dan meningkatkan nilai tambah yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen, sehingga perusahaan akan dapat menciptakan pasar “blue ocean” yang bebas persaingan dan meraih keberhasilan di dalamnya.

(Arini Tathagati, S.T., M.T.)

Kata kunci : blue ocean, strategi bisnis, blue ocean strategy, peluang bisnis, product value, persaingan bisnis