Creative Decision Making

05-creative-decision-making-copy

Di dalam dunia yang sangat dinamis dan senantiasa berubah, manusia dituntut untuk bertahan dan bila memungkinkan tetap berkembang. Salah satu cara untuk bertahan dan berkembang dalam kondisi tersebut adalah dengan mempersiapkan para pemimpin yang kreatif. Para pemimpin kreatif ini adalah mereka yang dapat membuat keputusan secara kreatif, yang menghasilkan solusi-solusi inovatif yang mampu menghadapi berbagai tantangan perubahan di masa yang akan datang.

Secara definisi, kreativitas adalah kemampuan bertindak dengan tidak terikat pada pola-pola lama. Seseorang dapat dikatakan kreatif jika dia tidak hanya memiliki ide yang inovatif, tetapi dapat mengimplementasikan ide tersebut menjadi tindakan nyata. Setiap orang memiliki kapasitas kreatif, yang dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis kapasitas kreatif sebagai berikut:

  1. Pemikiran holistik: kemampuan untuk menggunakan intuisi dan logika sesuai dengan situasi yang dihadapi.
  2. Keterbukaan informasi: kapasitas untuk menerima dan mengolah informasi.
  3. Penguasaan ketidakpastian: kapasitas untuk menerima ketidakpastian.
  4. Penerimaan risiko: kemauan untuk memperhitungkan risiko dan fleksibilitas dalam menyusun rencana alternatif untuk menghadapi risiko

Setiap orang memiliki keempat kapasitas kreatif ini dengan kadar yang berbeda, dan orang yang kreatif adalah mereka yang dapat menggunakan keempat kapasitas kreativitas ini secara menyeluruh.

Kapasitas kreatif juga dimanfaatkan dalam proses pengambilan keputusan, khususnya saat menghadapi situasi yang dinamis sehingga kita dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat namun harus memberikan solusi yang tepat sesuai masalah yang sedang dihadapi. Proses pengambilan keputusan secara umum dapat dibagi menjadi 4 tahapan: Identifikasi – Eksplorasi – Evaluasi – Seleksi. Dalam pengambilan keputusan secara kreatif, pada setiap tahap proses pengambilan keputusan terdapat pengaruh salah satu kapasitas kreativitas yang lebih menonjol daripada yang lain. Keempat tahapan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Identifikasi. Dalam tahapan ini dilakukan diagnosa masalah dan pengumpulan informasi untuk mengidentifikasi masalah dan memperkirakan solusi yang akan diambil. Pada tahapan ini, kapasitas kreatif yang menonjol adalah keterbukaan informasi.
  2. Eksplorasi. Tahapan ini merupakan proses mencari sebanyak mungkin solusi alternatif untuk situasi yang dihadapi. Pada tahap ini, kapasitas kreatif yang menonjol adalah pemikiran holistik, dimana kita memanfaatkan logika dan intuisi untuk mencari berbagai alternatif solusi.
  3. Evaluasi. Tahap ini merupakan proses penilaian terhadap berbagai alternatif yang telah dirancang pada tahap eksplorasi. Pada tahap ini, kapasitas kreatif yang menonjol adalah penguasaan ketidakpastian.
  4. Seleksi. Tahap ini adalah penentuan akhir dalam memilih alternatif solusi. Pada tahap ini, kapasitas kreatif yang menonjol adalah penerimaan risiko.

Dengan melaksanakan langkah-langkah pengambilan keputusan dan mengimplementasikan kapasitas kreatif yang paling sesuai dengan tahapan pengambilan keputusan yang dilakukan, diharapkan keputusan yang diambil adalah keputusan yang inovatif, namun tepat sasaran untuk menjadi solusi masalah yang sedang dihadapi.

(Arini Tathagati, S.T., M.T.)

Kata kunci : creative decision making, pemimpin kreatif, solusi inovatif,kapasitas kreatif, ide kreatif