Intrapreneurship (Corporate Entrepreneurship)

04-corporate-entrepreneur-copy

Perkembangan bisnis, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta globalisasi yang dinamis menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya persaingan antar perusahaan yang semakin ketat. Kondisi ini menuntut setiap perusahaan untuk melakukan peningkatan kemampuan, kualitas dan terus berinovasi untuk mampu bersaing di pasar global. Karyawan sebagai salah satu komponen penting dalam suatu perusahaan, dituntut untuk mampu berpikir secara kreatif (think out of box) dengan memanfaatkan segala resources yang dimiliki oleh perusahaan sehingga tercipta sebuah karya yang memiliki nilai jual tinggi.

Persepsi positif, pemikiran kreatif dan semangat intrapreneurship yang kuat merupakan modal penting yang harus dimiliki karyawan dalam menghadapi threats (ancaman) menjadi sebuah opportunities (peluang) yang menjanjikan.

INTRAPRENEURSHIP IS IMPORTANT

Pada dasarnya setiap karyawan mampu untuk memposisikan diri sebagai entrepreneur. Enterpreneurship tidak selalu identik dengan kewirausahaan, pengusaha muda, uang, bisnis dan sebagainya. Enterpreneurship merupakan sebuah seni yang harus ditumbuhkan dalam diri karyawan berupa mindset dan semangat positif untuk menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif.

Seorang entrepreneur akan melihat threats menjadi opportunities, mengubah kata “tidak bisa” menjadi “bisa”, mengubah hal yang mustahil menjadi nyata. Dengan melihat segala sesuatu dari sudut positif, selalu memotivasi diri, memperluas silaturahim, peka melihat peluang, selalu memperkaya pengetahuan, dan berpikir komprehensif tentang kesejahteraan orang banyak merupakan modal yang harus dimiliki oleh karyawan untuk menjadi seorang intrapreneur.

Intrapreneur adalah seorang karyawan yang sudah memiliki modal enterprenuer dalam dirinya, dengan memanfaatkan segala resources perusahaan serta adanya dukungan penuh dari manajemen perusahaan untuk menghasilkan produk-produk baru yang memiliki daya jual tinggi untuk bersaing di pasar. Intrapreneurship dalam sebuah perusahaan berpengaruh terhadap pertumbuhan (company growth). Lingkungan dan karakteristik organisasi (organization characteristics) merupakan dua dimensi yang mempengaruhi intrapreneurship di suatu perusahaan. Program pelatihan Intrapreneurship di PT. Pertamina Training and Consulting dirancang untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan dan kemampuan karyawan mengenai intrapreneurship, mengasah ketajaman berpikir dalam menganalisa masalah secara tuntas serta melatih karyawan untuk berpikir komprehensif (menyeluruh) sehingga diharapkan pertumbuhan (company growth) dapat bergerak kearah positif.

HOW TO BECOME A GREAT INTRAPRENEUR

Setidaknya ada lima karakter yang menentukan kualitas seorang karyawan menjadi seorang intrapreneur yang besar, antara lain: Pertama, Purposeful merupakan karakter karyawan dengan berorientasi pada tujuan yang jelas dan berniat secara sungguh-sungguh untuk mencapainya, bukan hanya sekedar menempelkan visi dan misi perusahaan sebagai asesoris di dinding kantor.

Kedua, Persuasive adalah karakter karyawan dengan kesadaran penuh bahwa sukses tidak bisa diraih seorang diri, pasar tidak mau membeli produk yang ditawarkan kalau tidak menarik atau diperlakukan secara tidak pantas. Untuk memperoleh bantuan orang lain, seorang karyawan harus menjaga perasaan orang lain dengan cara melakukan tindakan persuasif, mengayomi, sehingga dirinya memiliki daya tarik dan pengaruh yang kuat.

Ketiga, Persistent dapat diartikan dengan berkesinambungan disertai dengan  kegigihan dalam bekerja, karakter tidak mudah menyerah, bahkan dalam otaknya tidak ada kata “No/impossible” tetapi tidak dengan menghalalkan segala cara, melainkan menggunakan kekuatan pikiran dan akal untuk menembus setiap kesulitan. Kegagalan merupakan hal yang penting dalam menguji sampai sejauh mana semangat yang dimiliki karyawan, sebab sebuah tujuan mulia hanya bisa dicapai melalui rangkaian rintangan yang harus dimaknai dengan baik.

Keempat, Presumptious. Bisnis bagi seorang intrapreneur adalah dream and action artinya bermimpi saja tidak cukup, diperlukan sebuah aksi nyata untuk mewujudkannya. Dalam tataran praktis, strategi dan produk yang bagus juga tidak cukup, harus strategi yang bisa dieksekusi dengan keberanian dan kecepatan bertindak.  Bila perlu lakukan seorang diri tanpa perlu meminta petunjuk. Seorang intrapreneur mengambil keputusan dengan cepat, berani bertindak manakala orang lain masih ragu-ragu.

Kelima, Perceptive. Dengan intuisi yang dimiliki, seorang intrapreneur punya keahlian melihat rangkaian aktivitas dan pihak-pihak terkait untuk merealisasikan gagasan-gagasannya.  Mereka dengan jeli melihat peluang untuk dikembangkan sebelum orang lain melihatnya. Seorang intrapreneur mampu melihat sesuatu yang tidak dilihat karyawan biasa dan mereka punya dorongan kuat menembusnya.

INTRAPRENEURSHIP IN PRACTICE

Intrapreneurship merupakan sebuah manajemen strategi dari entrepreneurship. Fungsi intrapreneurship harus dikelola dengan tata kelola terbaik untuk mendorong pertumbuhan perusahaan dari dalam. Perusahaan dengan konsep intrapreneurial haruslah menciptakan lingkungan dan budaya perusahaan yang memungkinkan tumbuh berkembangnya semangat intrapreneur di dalam perusahaan.

Penerapan konsep intrapreneurial yang efektif dalam perusahaan dapat berupa kebijakan yang mengatur struktur formal untuk intrapreneurship, komitmen serta tanggung jawab dari karyawan serta pimpinan untuk mengkontribusikan cara kerja dan ide-ide untuk menjaga kinerja dan daya saing perusahaan, upaya nyata dari perusahaan untuk menciptakan tenaga kerja yang beragam dalam kemampuan atau multi talenta, integritas perusahaan dalam merancang jalur karir yang menarik dan kompetitif dan juga menciptakan konsep insentif yang membuat pekerja selalu setia seumur hidup bersama perusahaan, kemauan dan kemampuan perusahaan untuk menyediakan dana untuk pengembangan intrapreneur di dalam perusahaan.

(Denada Tirta Amertha, S.Pd)

Kata kunci : intrapreneur, entrepreneur, opportunity, threats, resources, growth, daya saing, karakter