LPG Forum Indonesia 2017

IMG_2790

“Energi Alternatif Pengganti Bahan Bakar Minyak Untuk Kendaraan dan kebutuhan Mesin Kapal Nelayan”

JAKARTA, 17 Januari 2017 –LPG (Liquified Petroleum Gas) adalah  bahan bakar alternatif yang bersih.   Selain dapat di gunakan sebagai  bahan bakar untuk memasak,  LPG dapat juga dimanfaatkan sebagai energi alternatif pengganti bahan Bakar minyak untuk kendaraan (Autogas/Vigas) dan untuk kebutuhan mesin kapal Nelayan.
Wakil Direktur Utama Pertamina Achmad Bambang dalam kesempatan ini menyampaikan; Konsumsi LPG di Indonesia  mengalami peningkatan. Dari hanya sekitar 1 {satu} Juta Metrik Ton per tahun pd th 2007 menjadi hampir mencapai 7 Juta Metrik Ton di tahun 2016 (atau tumbuh sebesar 700% selama 9 tahun). Hal ini di sebabkan suksesnya program Konversi BBM ke LPG yang dilakukan pemerintah untuk kebutuhan rumah tangga sejak th 2007 dan utk mesin kapal nelayan yang dilaksanakan mulai tahun 2016  dan rencananya program tersebut  akan di lanjutkan pada tahun 2017.

Lebih lanjut Achmad Bambang menjelaskan; Saat ini Indonesia merupakan  negara pengimpor utama LPG dunia. Dan Indonesia  telah mendapatkan manfaat dari banyaknya pasokan global dan harga LPG dunia yang rendah. Keadaan   ini merupakan  peluang sekaligus kesempatan bagi indonesia untuk memanfaatkan harga LPG dunia,  guna mempercepat pembangunan infrasturuktur LPG dan menunjang investasi pasar LPG lain nya di dalam negeri.

Direktur Utama PT Pertamina Traning & Consulting  Taryono menambahkan, menyadari peluang  tersebut, telah mendorong PT Pertamina Training & Consulting (PTC) bekerja sama dengan PT.Pertamina (Persero), WLPGA (World LPG Association) dan LPG Academy untuk  menyelenggarakan LPG Indonesia Forum 2017. Dengan   melalui berbagai kegiatan yang terdiri dari  Conference, Training dan Exibition.  Yang bertujuan untuk  membahas dan memetakan arah pasar LPG Indonesia dan  peran penting sumber daya manusia dalam mengelola bisnis LPG kedepannya. Kegiatan  dilaksanakan mulai tanggal 16 sampai dengan 19 Januari 2017, bertempat di Shangri-La hotel Jakarta Pusat dengan jumlah peserta  sekitar 250 orang,  merupakan stakeholder utama LPG di indonesia dan perwakilan dari negara Jepang, Korea, India, China, Italia, Amerika dan Singapura untuk membahas dan memetakan strategi bisnis kedepan untuk pasar LPG Indonesia.