Pentingnya SOP CRO dalam Keselamatan Penerbangan

 

800

“The sky is vast, but no room for error”

Industri penerbangan merupakan industri yang memiliki standar keselamatan tinggi, di mana terjadinya kecelakaan dalam penerbangan merupakan hal yang mutlak harus dicegah. Dampak dari penerapan regulasi keselamatan dalam industri penerbangan bukan hanya keselamatan para penumpang yang diangkut dengan pesawat, tetapi juga keselamatan mereka yang ada di darat. Apabila terjadi kecelakaan penerbangan di wilayah yang padat penduduk, dampak yang terjadi tidak hanya bagi penumpang yang dilayani dalam pesawat, tetapi dapat mencakup fatalitas di darat dalam jumlah yang tidak sedikit.

Salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan dalam penerbangan adalah faktor manusia, baik mereka yang langsung berhubungan dengan pengoperasian pesawat, maupun mereka yang bertugas di ground handling. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan penerbangan akibat faktor manusia, dilakukan berbagai upaya-upaya, salah satunya melalui penerapan Standard Operating Procedure (SOP). Mengingat sebagian besar penerbangan dilakukan untuk rute internasional atau lintas negara, maka diperlukan SOP yang memenuhi standar global dalam berbagai aspek, untuk memastikan terpenuhinya persyaratan keselamatan dalam aktivitas penerbangan.

Certified Refueller Operator (CRO) merupakan salah satu tenaga support di ground handling dengan tugas melakukan pengisian bahan bakar penerbangan. Peran CRO dalam keselamatan penerbangan tidak bisa dianggap remeh, karena tugasnya memastikan bahan bakar penerbangan diisi secara tepat jenis, tepat kualitas, tepat jumlah, dan aman. Risiko yang mungkin terjadi apabila CRO tidak melaksanakan tugasnya dengan baik antara lain adalah terjadi kesalahan jenis bahan bakar aviasi yang diisi, bahan bakar yang diisi kurang dari yang diperlukan, atau terjadi kecelakaan kerja seperti kebakaran atau tumpahan bahan bakar pada saat pengisian. Hal-hal ini bisa menjadi penghambat aktivitas operasional penerbangan, atau bahkan bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan penerbangan yang bersifat fatal.

Untuk memastikan para CRO melaksanakan tugasnya dengan baik dengan tetap memperhatikan keselamatan penerbangan, maka para CRO wajib mentaati SOP Penanganan Bahan Bakar Aviasi. SOP tersebut mengatur mengenai hal-hal sebagai berikut:

  • Spesifikasi standar bahan bakar aviasi
  • Penanganan kontaminan pada bahan bakar aviasi
  • Pencegahan dan penanganan kebakaran
  • Penggunaan alat pelindung diri
  • Penerimaan dan penimbunan bahan bakar aviasi
  • Pengisian bahan bakar aviasi ke pesawat

Dengan menggunakan SOP sebagai pedoman dalam kegiatan operasional para CRO, diharapkan operasional pengisian bahan bakar penerbangan dapat berlangsung dengan aman baik bagi para CRO maupun petugas ground handling lain yang terkait, serta meminimalkan risiko-risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan penerbangan.

(Arini Tathagati, S.T., M.T.)