Communicate Without Boundaries!

Buleleng, 26 Oktober 2019 – Dalam rangka memperingati hari tuli sedunia, PT Pertamina (Persero) DPPU Ngurah Rai berkolaborasi dengan PT Pertamina Training and Consulting (PTC) menggelar acara World Deaf Deaf “Communicate Without Boundaries” yang mengusung tagline ‘Kita Semua Setara’. Acara tersebut bertempat di Desa Bengkala, desa di mana lokasi Corporate Social Responsibility DPPU Ngurah Rai yang memiliki keunikan dan keistimewaan akan masyarakatnya yang tuli bisu atau biasa disebut Kolok. Dengan memberdayakan elemen masyarakat desa Bengkala seperti Sekaa Teruna Teruni atau pemuda-pemudi Desa Bengkala sebagai penggerak dan inisiasi acara, acara ini didukung penuh oleh pemerintah desa Bengkala sebagai salah satu agenda promosi destinasi socio-cultural Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Bengkala. KEM Bengkala merupakan kawasan binaan CSR DPPU Ngurah Rai dimana pada kawasan tersebut terdapat program pemberdayaan masyarakat untuk masyarakat Kolok dan Non Kolok. Pada tahun ini, PT Pertamina Training and Consulting turut serta dalam program pemberdayaan masyarakat KEM Bengkala. Dalam kesempatan kali ini, PT Pertamina Training & Consulting juga berfokus kepada rekrutmen kelompok disabilitas Pertamina. Dimulai dari sini, kesetaraan hak dan peluang untuk bekerja di BUMN bagi disabilitas kini semakin luas.

 

bantuan berupa pembangunan infrastruktur balai mengajar

Acara yang diselenggarakan satu hari ini dihadiri oleh Operation Head DPPU Ngurah Rai, Direksi PT Pertamina Training & Consulting, Pemerintah Daerah Buleleng, Komunitas Tuli, DPPU Ngurah Rai dan masyarakat umum. Dalam acara World Deaf Day “Communicate Without Boundaries” menampilkan pertunjukan kesenian khas masyarakat Desa Bengkala seperti Sekaa Genjek, Tari Jalak Anguci dan Tari Bebila. Pada puncak acara, dilakukan penandatangan petisi oleh direksi PT Pertamina DPPU Ngurah Rai, direksi PT Pertamina Training and Consulting serta para pengunjung yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap isu kesetaraan sosial khususnya di Desa Bengkala.

Hal yang mendorong terselenggaranya acara World Deaf Day “Communicate Without Boundaries” adalah atas dasar fenomena stigma negatif pada kelompok difabel yang terjadi di masyarakat. Orang tuli dan orang dengar memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai manusia. Pasalnya sampai saat ini masih berkembang paradigma bahwa difabel masih dipandang sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan dan hanya menjadi beban bagi masyarakat. Konstruksi sosial yang sudah berkembang selama ini sudah tersistemis dan membentuk diskriminasi akses, yang kemudian membuat sejumlah desain sosial menjadi tidak mudah diakses bagi tuli. Sehingga seolah-olah seluruh akses yang tersedia hanya diperuntukan kepada orang-orang non difabel. Padahal kawan tuli punya hak sebagaimana manusia dan siapapun bisa membela dan membantu agar hak tuli dapat dipenuhi.

 

Tanda Tangan Petisi sebagai bentuk dukungan kepada kaum difabel desa Kolok

“Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor Energi, kami memiliki perhatian dan kepedulian terhadap ketidaksetaraan kelompok difabel di Bali. Hari ini, Pertamina DPPU Ngurah Rai dan PT PTC mendukung untuk mencapai kesetaraan sosial bagi kaum difabel khususnya Kolok melalui acara World Deaf Day yang digelar di Desa Bengkala”, ujar Komang dalam sambutannya.

Sebelumnya, DPPU Ngurah Rai telah berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat Desa Bengkala di dua dusun, dusun Kelodan dan dusun Kajanan sehingga Kawasan Ekonomi Masyarakat di Desa Bengkala bernama KEM Kelodan dan KEM Kajanan. KEM Kajanan merupakan KEM yang baru dirintis pada tahun 2018. Kegiatan pada KEM Kajanan meliputi pelatihan sign language, pembuatan Nundeka (teNUN DEsa bengKAla), pembuatan Dupa Harum Abu Dingin Bengkala, pembuatan Ingke Piring Bali, Pendidikan pra-SMP, Pendidikan Aksara Kolok-Kelih dan pembangunan Kedai Kolok. Selanjutnya, akan dilakukan pembangunan Bale Melajah untuk kegiatan belajar mengajar dan panggung open air untuk latihan menari serta pementasan kesenian. Dan di tahun 2019, dengan adanya kolaborasi dan sinergi antar Pertamina Group, PT Pertamina Training & Consulting juga turut berkontribusi memberikan pelatihan sign language bagi para masyarakat lokal, pelatihan multimedia untuk pengurus KEM dan mendirikan Bale Melajah di KEM Kajanan sebagai bentuk bagian dari dukungan untuk memajukan pendidikan bagi disabilitas.

 

“Besar harapan kami, dengan adanya program pemberdayaan masyarakat dan acara kampanye kesetaraan sosial ini dapat berdampak signifikan terhadap akses dan perubahan stigma masyarakat ke arah yang lebih positif terhadap keberadaan kelompok Difabel khususnya masyarakat Kolok di Desa Bengkala” ujar Komang dalam penutupnya.