Bengkulu, 12 Februari 2026 – Tantangan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan menuntut kesiapan sumber daya manusia sejak usia dini. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pertamina Training and Consulting bersama Pertamina dan Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan Gelar Karya Green Warrior melalui program Sekolah Energi Berdikari di SDN 83 Kota Bengkulu. Inisiatif ini dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan edukatif, tetapi sebagai langkah strategis membangun fondasi literasi energi dan sains di tingkat sekolah dasar, termasuk di wilayah pesisir. Kegiatan ini dihadiri oleh Deni Apriansyah, S.STP., M.E. mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Dr. Novia, M.Pd. selaku perwakilan UNS, dan Julius, S.Pd. selaku Kepala SDN 83 Bengkulu. Hadir pula dewan guru dan para siswa. Sinergi antara dunia industri, akademisi, dan institusi pendidikan ini memperkuat upaya menghadirkan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang relevan dengan agenda pembangunan nasional. Sebanyak 60 siswa yang terbagi dalam 10 kelompok berhasil menghadirkan 10 karya terbaik berbasis energi terbarukan, mulai dari solar power boat, sistem irigasi tenaga surya, hingga miniatur hunian dengan panel surya. Proses pendampingan bersama fasilitator UNS mendorong siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, problem solving, serta kolaborasi dalam menciptakan solusi sederhana bagi lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga menjadi pengenalan awal terhadap konsep green jobs sebagai peluang profesi masa depan di sektor energi bersih dan keberlanjutan. Edukasi ini penting untuk menanamkan perspektif jangka panjang bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi hari ini dapat menjadi fondasi kontribusi nyata dalam transformasi energi nasional. Kepala sekolah SDN 83 Kota Bengkulu, Julius, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program ini. “Sangat baik dan sangat memotivasi untuk anak-anak. Dengan adanya Energi Berdikari, siswa SDN 83 Kota Bengkulu dapat belajar dan menerapkan cara penggunaan energi terbarukan seperti panel surya. Harapannya ke depan, siswa dapat mengimplementasikan pemanfaatan energi tersebut di lingkungan sekitar maupun di sekolah serta menjadikannya bagian dari proses pembelajaran,” ujarnya. Sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Sekolah Energi Berdikari diharapkan terus memperluas akses pembinaan talenta, termasuk di wilayah 3T, serta memperkuat pengembangan sumber daya manusia yang memiliki literasi energi, kepedulian lingkungan, dan kesiapan kompetensi dalam mendukung swasembada serta keberlanjutan energi Indonesia di masa depan.
(red. Corsec)